Semarang, WJ. Penataan kawasan Simpanglima Semarang masih menyisakan persoalan. Di antaranya, konsep penataan pedagang kaki lima (PKL) yang tidak jelas dan jumlah shelter untuk pedagang yang tidak sesuai dengan jumlah pedagang.
Kritik akan penataan Simpanglima itu dikemukakan dalam Focus Group Discussion (FGD) bertema “Mencari Konsep Penataan Kawasan Simpanglima yang Berkeadilan”, yang digelar oleh Lembaga Perhimpunan PATTIRO SEMARANG, di restoran Pesta Keboen, jalan Veteran, Semarang, Rabu (12/10) kemarin. FGD yang digelar dengan bekerjasama dengan Transparency International (TI) Indonesia dan Danida itu diikuti oleh sejumlah pihak, diantaranya Dinas Bina Marga, Dinas Pasar, Dinas Tata Kota dan perumahan (DTKP), akademisi, YLBHI-LBH Semarang, paguyuban Pedagang Simpanglima, dan Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia (PBHI) Jateng.
Pegiat PATTIRO, Aryanto Nugroho mengatakan, sejumlah persoalan masih terlihat di tengah pembangunan yang masih belum selesai. Yakni, jumlah shelter yang berkurang dari rencana sebelumnya. Yang pada rencana awal direncanakan tujuh, kini hanya lima karena di depan masjid Baiturrahman dan di depan Hotel Ciputra dihilangkan. “Lha ini pertanggungjawaban ke publiknya bagaimana. Selain itu, jika bangunan sudah rusak, masyarakat mesti mengadu ke siapa?” tuturnya.
Direktur YLBHI-LBH Semarang, Slamet Haryanto menyatakan penghilangan dua titik shelter juga merakibat pada makin minimnya tempat berjualan PKL.
Rusak
Slamet juga menyoroti perihal beberapa bangunan yang rusak sebelum diresmikan pemakaiannya. Menurut data yang dia peroleh dari detail engineering desaign (DED) penataan simpang lima, keramik terbuat dari batu granit, tetapi hanya keramik biasa sehingga mudah pecah. “Lha ini bagaimana? Belum dipakai kok sudah ada yang retak?” Tutur Slamet
Menanggapi hal itu, Kepala DTKP Eko Cahyono menyatakan, penataan kawasan simpanglima bertujuan untuk menata kawasan secara fisik dan perekonomian warga. “Harapan kami. Masyarakat bisa memanfaatkan ruang publik dan bagi PKL bisa lebih berkembang dengan adanya shelter tersebut.” Katanya.
Sumber : Warta Jateng










Discussion 0 Comments