Semarang, WJ. Pengurangan jumlah shelter untuk pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Simpanglima Semarang, dikarenakan dana yang tidak mencukupi. Kabid Pemanfaatan Jalan dan Jembatan Dinas Bina Marga Kota Semarang Iswar Aminudin menjelaskan, pembangunan shelter di kawasan Simpanglima Semarang yang sebelumnya tujuh titik menjadi lima dikarenakan penyesuaian anggaran yang ada. sebelumnya, pihaknya telah melakukan pengukuran dan pengkajian.

“setelah kami ukur ulang dan disesuaikan dengan anggaran ternyata tidak mencukupi.” Tuturnya kemudian. Dua shelter itu direncanakan di depan masjid Baiturrahman dan hotel Ciputra. Selain itu kata dia,pihak masjid Baiturrahman juga keberatan dengan pembnagunan shelter di depannya.

Dengan kalkulasi ulang itu, di kawasan Simpanglima hanya ada lima paket yakni depan PT Telkom atau depan SMK 7 Semarang, depan E-Plaza, dan depan Ace Hardware. Sementara dua yang sedang dalam pembangunan yakni di depan plasa Simpanglima dan depan bekas Super Ekonomi.

“Dengan demikian secara keseluruhan di kawasan Simpanglima terdapat 87 shelter, rinciannya tiga titik shelter yang telah jadi berjumlah berisi 71 shelter dan yang sedang dibangun 36 shelter.” Tuturnya.

Mengenai keramik yang dipakai untuk jalur pedestrian di kawasan simpanglima, Iswar menjelaskan dalam DED tersebut yang dimaksud bukan batu granit melainkan granit tile. Artinya lempengan batu granit yang telah diolah dalam lembaran-lembaran keramik. “Jika memang ada kerusakan, enam bulan kedepan, menjadi tanggungjawab kontraktor untuk memperbaikinya.” Kata Iswar.

Dikatakannya, penataan pedestrian dalam dan luar Simpanglima serta shelter menelan anggaran senilai 1,7 miliar. Sementara penataan kawasan Simpanglima secara keseluruhan, termasuk jalan Pahlawan, Pandanaran, dan Taman Menteri Supeno menelan dana Rp 30 Miliar. Dana tersebut berasal dari APBD Kota Semarang Sebesar  Rp 21,9 miliarditambah dengan bantuan dari pemprov Jateng Rp 8,1 miliar.  

Sumber            : Warta Jateng