E-newsletter Edisi II Vol VII Februari 2011
Selasa, 22 Pebruari 2011 12:19:12 | Newsletter | (0 view)Para pembaca setia E-Newsletter Transparansi,
E-Newsletter edisi kali ini mengangkat salah satu agenda Suara Pemuda Anti Korupsi (SPEAK) yaitu Youth Camp SPEAK 2011. Kegiatan tersebut guna merumuskan rencana strategis SPEAK satu tahun ke depan dan pemilihan kepengurusan SPEAK 2010-2012.
Dari rubrik rilis media, TI-Indonesia dan PWYP Indonesia mendorong agar pemerintah melaksanakan secara konsisten mekanisme pelaporan sesuai dengan prinsip-prinsip EITI dan Perpres 26/2010 tentang Transparansi Pendapatan Negara dan Pendapatan Daerah yang diperoleh dari Industri Ekstraktif.
Sementara dari rubrik kegiatan kami menghadirkan berita tentang birokrasi daerah yang masih rentan terhadap praktik korupsi dan menilai pemerintah daerah belum memiliki komitmen menghilangkan hambatan birokrasi kantor dinas dan mempermudah birokrasi melalui pelayanan terpadu satu pintu. Selain itu kami juga menyajikan berita Workshop dan FGD untuk jurnalis tentang mendorong transparansi pada industri ekstraktif.
Dari daerah, kami menyajikan berita dari Kabupaten Dharmasraya tentang pentingnya keterbukaan informasi dan partisipasi masyarakat dalam setiap proses pengambilan dan pelaksanaan kebijakan pemerintah daerah. Sedang dari Banjarbaru dan Balikpapan menghadirkan berita kegiatan sosialisasi Rancangan Pedoman Perizinan Bisnis yang sedang dikembangkan oleh TI-Indonesia.
Opini dari Teten Masduki, Sekretaris Jenderal TI-Indonesia tentang pemberantasan korupsi yang makin stagnan dan kejengkelan masyarakat atas berlarut-larutnya kasus Gayus. Sedangkan opini Reza Syawawi, peneliti TI-Indonesia menyikapi ”Serangan Balik DPR” yang menolak kehadiran Bibit S. Rianto dan Chandra Hamzah dalam rapat kerja KPK dan DPR. Terakhir opini dari Akmal Thulas, Project Assistance TI-Indonesia FO Sumbar menyibak korupsi berbau legalistik di daerah yang sudah dalam kondisi ”The Lost of Passion”.
Semoga sajian edisi kali ini dapat bermanfaat. Selamat membaca,
Redaksi










Discussion 0 Comments