profil_staf/Teten_Masduki.jpgTeten Masduki, Sekretaris Jenderal, Transparency International Indonesia

Setelah bertahun-tahun menjadi aktivis HAM dan antikorupsi, Kang Teten—demikian beliau sering dipanggil—kini menjabat Sekretaris Jenderal di Transparency International Indonesia. Pria kelahiran Garut, Jawa Barat, 6 Mei 1963, ini merupakan penerima penghargaan Ramon Magsaysay (2005) dari Yayasan Magsaysay, Filipina, atas perjuangannya dalam upaya pemberantasan korupsi di Indonesia. Sebelumnya, Kang Teten juga pernah mendapat penghargaan Suardi Tasrif Award 1999 dan Alumni Berprestasi IKIP Bandung 2000 untuk prakarsa dan konsistensinya di jalan antikorupsi.


profil_staf/franky.JPGFrenky Simanjuntak, Manajer Departemen Tata Kelola Ekonomi

Bergabung di TI-Indonesia sejak tahun 2006, Frenky banyak memberikan kontribusi dalam pengembangan instrumen pengukuran korupsi Indeks Persepsi Korupsi-Indonesia (IPK Indonesia). Dia juga aktif dan mendalami isu transparansi industri ekstraktif. Sarjana Ilmu Sosial dari Jurusan Antropologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, Frenky terdidik dan berpengalaman dalam hal riset sosial dengan pendekatan kualitatif. Kerap menulis tentang isu korupsi di media cetak, di waktu senggangnya Frenky sangat tertarik mempelajari segala  hal yang berkaitan dengan tema sejarah, perang, dan teknologi militer.

E-mail: fsimanjuntak@ti.or.id


profil_staf/Putut.jpgPutut Aryo Saputro, Peneliti di Departemen Tata Kelola Ekonomi

Kuliah di Jurusan Antropologi Universitas Padjajaran Bandung. Bergabung dengan TII tahun 2008 untuk meneliti dan melakukan advokasi terhadap potensi keterlibatan pelaku usaha dalam pemberantasan korupsi. Selain itu juga melakukan penelitian mendalam terhadap transparansi dan akuntabilitas pendanaan politik di Indonesia. Banyak terlibat dalam pengukuran korupsi melalui berbagai survey. Saat ini sedang mengembangkan advokasi dalam perijinan bisnis, melakukan studi mendalam tentang state capture dan collective action.

Email: psaputro@ti.or.id

 

 


profil_staf/Ilham.jpg

Ilham B. Saenong, Manager Anti-Corruption Information Center

Meraih gelar master Anthropology dari Univesitas Indonesia tahun 2003, setelah sebelumnya menyelesaikan gelar sarjana teologi IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pada tahun 1999. Perhatiannya pada kegiatan kemanusiaan dan aktivisme membawanya bergabung ke sejumlah NGO, termasuk di TI Indonesia sejak 2008.

Email: milham@ti.or.id

 

 

 


Retha Dungga, Communication Officerprofil_staf/Retha.JPG

Lahir dan besar di Jakarta. Menyelesaikan Antropologi Budaya di Fakultas Sastra Universitas Udayana, Bali. Menjadi Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Sastra periode 2003-2004, sempat aktif di Jaringan Kerabat Antropologi Indonesia lalu memfasilitasi terbentuknya mailing list Antrokita. Mendapat ilmu public relation saat mengerjakan publikasi festival kuliner internasional Bali Food Festival dan Kuta Karnival. Menjadi produser program prime time di Hard Rock Radio Bali seperti Good Morning Hard Rockers, Drive and Jive, dan Paranoia.

Akhir 2007 Retha bergabung di TI Indonesia dan mulai 2009 mengembangkan program advokasi bahaya korupsi untuk anak-anak muda. Ia memfasilitasi terbentuknya SPEAK (Suara Pemuda Anti Korupsi), tempat anak muda usia 15-30 belajar mengkampanyekan anti korupsi sebagai gaya hidup. Kontak email & twitter di bawah ini jika Anda tertarik kontribusi dalam gerakan anti korupsi anak muda, dalam bentuk film pendek, lagu, RBT, kemampuan blogging, atau jika ingin jadi volunteer.

 Email: rdungga@ti.or.id | Twitter: @rdungga / @clubSPEAK


profil_staf/Poto.jpgDwipoto Kusumo, Communication Officer.

Ia bergabung di Transparency International Indonesia sejak tahun 2003. Memulai karirnya sebagai freelance konsultan IT, Poto, begitu panggilan akrabnya, pada tahun 2007 hingga sekarang dipercaya menjadi media relation and advocacy officer.  

Email: dkusumo@ti.or.id

 

 

 


profil_staf/iis.jpgIis Yuni Tri Lestari, Administration Officer

Lulusan Fakultas Perikanan  Universitas Brawijaya Malang,  pada masa kuliah aktif diorganisasi kemahasiswaan baik  intra maupun ekstra.Tahun 2004 mulai aktif di TI Indonesia menjadi salah satu relawan pemantau pelaksanaan pemilu legislative dan presiden tahun 2004, kemudian menjadi relawan di dalam program bantuan kemanusiaan  tsunami Nangroe Aceh Darussalam ditahun 2004-2005, tahun 2006 baru bergabung sebagai Staff Transparency International Indonesia

Email: iyuni@ti.or.id

 


profil_staf/jo.JPG

Jonni Oeyoen, Training Specialist

Jonni Oeyoen, dengan background pendidikan Pertanian yang kental, memulai karir sebagai aktivis di TARATAK, sebuah LSM lingkungan di Bukittinggi Sumbar. Kemudian menjadi Koordinator Tim Advokasi Kasus Koto Panjang  hingga tahun 2004. Pengalaman advokasi yang dirasakan sangat berkesan ketika mendampingi masyarakat korban kampanye dan menghadiri sidang gugatan masyarakat korban di beberapa kota di Jepang (2003 – 2004). Dalam kurun waktu yang sama, bergabung dengan United Nation Volunteer (UNV) untuk Batam, Rengat (Riau) untuk program Community Recovery Program (CRP).

‘Da Joe, demikian ia dikenal, bergabung di TI Indonesia sejak Maret 2006, langsung dengan misi pembumian konsep Pakta Integritas  di Kota Banda Aceh, Kab. Pidie, dan Kab. Bireuen. Pada April 2007,  ‘Da Joe ditarik ke Seknas TI Indonesia di Jakarta hingga menduduki posisi PO, PI Specialis dan sekarang  Training Specialist. Sering menjadi fasilitator workshop  dan training Pengadaan Publik di berbagai lembaga dan instansi pemerintah.

Email: joeyoen@ti.or.id


profil_staf/Rivan.jpgRivan Prahasya, Project Officer Program Good Governance and Anti  Corruption

Sejak 25 januari 2010 bergabung di Transparency International Indonesia sebagai Project Officer Program Good Governance and Anti  Corruption, khususnya Penguatan Pakta Integritas dan Pengembangan Partisipasi Publik dalam Perencanaan dan Penganggaran Pembangunan  Daerah.

Pada tahun 1999 lulus sebagai Sarjana Kehutanan di Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman. Setahun kemudian mulai aktif di LSM, yaitu Yayasan Bina Manusia dan Lingkungan/YBML (2000-2005) dan Sentra Program Pemberdayaan dan Kemitraan Lingkungan/STABIL (2005 – 2009). Keduanya berada di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur.

Selama aktif di LSM sering terlibat dalam tim penyusun kebijkan terutama yang berkaitan dengan pengelolaan  lingkungan  dan good governance.   Serta menjadi fasilitator, mulai dari yang bersifat pertemuan  masyarakat sampai yang bersifat seminar/workshop. Mulai dari proses penyusunan kesepakatan masyarakat sampai dengan penyusunan kebijakan dalam pengelolaan  lingkungan  dan good governance. 

Email : rprahasya@ti.or.id


profil_staf/Dede_Kunaefi.JPGDede Kunaifi, Asisten Manager Riset di TII Field Office Riau

Lulusan FMIPA-Kimia Universitas Riau ini bergabung dengan TI Indonesia sejak tahun 2009. Lelaki yang akrab disapa “Dede” ini sebelumnya  sudah beraktifitas di beberapa NGO, seperti Yayasan Tesso Nilo dan Yayasan Kabut. Saat ini pehobi travelling ini menjadi salah satu staf riset di bidang kehutanan, sebuah program yang dikembangkan oleh Transparency International.

Email: dkunaifi@ti.or.id

 

 


profil_staf/Ilham_Sinambela.JPGIlham Sinambela, Local Unit Manager Aceh

Aktifis isu kehutanan dan lingkungan ini bergabung dengan TI Indonesia sejak 2009. Lulusan Sekolah Tinggi Ilmu Kehutanan Banda Aceh ini juga masih aktif menjadi staf pengajar di almamaternya. Salah satu bentuk kecintaanya pada isu kehutanan dan lingkungan diwujudkan dengan mendirikan beberapa konsorsium untuk advokasi melalui jaringan LSM lokal dan nasional. Dan saat ini Bang Ilham, begitu lelaki yang akrab disapa ini menjabat sebagai Ketua Badan Pengelola Hutan Pendidikan Jantho/laboratorium alam.

Email: isinambela@ti.or.id

 


profil_staf/Binyo.JPGWandy Nicodemus Tuturoong, Monitoring & Evaluation Specialist

Aktifis 98 yang akrab disapa “Binyo” ini bergabung dengan TI Indonesia sejak tahun 2010. Lulusan filsafat STF Driyarkara ini sangat konsen dengan isu-isu pluralism. Salah satunya dengan menjadi inisiator berdirinya Aliansi Nasional Bhinneka Tunggal Ika (ANBTI). Mantan jurnalis Majalah Suara Independen ini juga telah mengantarkan majalah tersebut memperoleh penghargaan “Index on Censorship, London” pada tahun 1995. Saat ini pria penyuka cakalang ini menjadi Program Development Advisor di TI Indonesia.

 Email: wnicodemus@ti.or.id

 


profil_staf/Nefo_Suganda.JPGNefo Tri Suganda, Finance Departement

Lulusan Politeknik UI angkatan 92 ini bergabung di TI Indonesia sejak 14 April 2004. Pria penyuka kuliner nasi goreng ini bergabung dengan TI Indonesia untuk berada menjaga sistem keuangan. Sebelumya Pak Nefo, sapaan akrabnya, pernah bekerja di berbagai lembaga korporat dan perusahaan.

 Email: nsuganda@ti.or.id

 

 


profil_staf/Srigati.JPGSrigati Hayuning Budi, Finance Manager

Mbak Gati, begitu perempuan ini akrab disapa. Mantan aktifis di Indonesia Corruption Watch (ICW) ini bergabung dengan TI Indonesia sejak Mei 2011. Alumni Universitas Persada Indonesia, Jakarta ini mempunyai motto hidup “Jalanilah hidup mengalir seperti air”.

Email: sgati@ti.or.id

 

 


profil_staf/Aulia.JPGSyefrianti Aulia, Human Resources Dept. Officer

Lulusan Universitas Al-Azhar Indonesia tahun 2010 ini bergabung dengan TI Indonesia sejak Agustus 2010. Pehobi nonton film dan jalan-jalan ini sebelumnya telah berpengalaman menjadi Assisten administrasi di Universitas Al-Azhar Indonesia selama 2 tahun. Saat ini perempuan yang akrab dipanggil “Aulia” ini menjadi staff di HRD TI Indonesia.

Email: saulia@ti.or.id

 

 


profil_staf/wiro.JPGIrsadi Aristora, Asst. Manager Forestry Program – Aceh

Wiro, begitu ia biasa disapa. Latar belakang pendidikan di bidang kehutanan telah membawanya untuk bergabung dengan TI Indonesia sejak tahun 2008. Aktivis lingkungan ini mempunyai jejak panjang di dunia LSM. Tak sedikit LSM di Aceh yang pernah ia giatkan. Diantaranya, BARAK, SILFA dan RANGAS. Pria penyuka kegiatan alam bebas ini mempunyai motto: "Janganlah mengerjar Mimpi, Tapi Bagaimana Menciptakan Mimpi”.

Email: iaristora@ti.or.id

 

 


profil_staf/reza_1.jpgReza Syawawi, Peneliti Hukum dan Kebijakan

Diawali sebagai Internship di TI-Indonesia pada Februari 2010. Reza, demikian sapaan akrabnya menyelesaikan studi di Fakultas Hukum Universitas Andalas pada Desember 2009 dengan konsentrasi Hukum Tata Negara (Constitutional Law). Semasa kuliah aktif sebagai Peneliti Muda pada Pusat Studi Konstitusi Fakultas Hukum Universitas Andalas. Pria yang dilahirkan di Siberut, salah satu pulau di Kab. Kep. Mentawai pada 04 April 1987 juga terlibat dalam Unit Kegiatan Mahasiswa Pengenalan Hukum dan Politik Universitas Andalas (UKM PHP UNAND) yang aktif mengadvokasi hal yang berkaitan dengan HAM, korupsi dan penegakan hukum. Menjadi Peneliti Hukum di TII sejak Juli 2010, ia kerap meluangkan waktunya untuk menulis. Tulisannya dapat dijumpai di berbagai media massa nasional seperti Kompas, Koran Tempo, Bisnis Indonesia, Republika, dan Jurnal Konstitusi.

Email: rsyawawi@ti.or.id