WALI Kota Langsa Usman Abdullah membuka kegiatan semiloka pakta integritas mekanisme FPIC (REDD+)  dan upaya mendorong keterbukaan informasi, di aula Hotel Harmoni, Senin 11 Maret 2013. Acara ini dilaksanakan oleh Transparency International Indonesia(TII) unit Aceh.

Kegiatan semiloka ini bekerja sama dengan Jaringan Komunitas Masyarkat Adat (JKMA) Aceh dan Program SIAP II (Strengthening Integrity and Accountability Program II), serta beberapa lembaga yang berada di kabupaten kota yang ada di Aceh. Acara ini berlangsung selama dua hari, dari 11 hingga 12 Maret 2013.

Wali Kota Langsa, Usman Abdullah, dalam sambutannya mengatakan kesadaran untuk menjaga hutan sangat diperlukan. Hal ini merupakan tanggung jawab bersama, serta bukan hanya karena adanya permintaan lembaga donor.

“Kegiatan ini bagus untuk mengawal hutan kita. Menjaga hutan itu perlu karena hutan adalah sumber kehidupan di dunia ini,” kata dia.

Menurutnya, lima tahun moratorium logging dilaksanakan dengan harapan mendapatkan  kompensasi pembayaran karbon. Tetapi, sampai saat ini hal tersebut belum terbukti.

“Jangan sampai kita tertipu dengan hal-hal yang seperti ini,” kata Wali Kota Langsa Usman Abdullah.

Usman Abdullah juga mengatakan, bahwa meskipun dunia tidak menyuruh menjaga lingkungan, namun masyarakat tetap memiliki kewajiban untuk menjaga lingkungan.

“Bukan dunia yang harus mendikte kita untuk menjaga lingkungan, karena kita tahu bahwa kebutuhan kita apa. Ini karena hutan itu merupakan Sumber kehidupan,” katanya lagi.[] (mrd)

Sumber :atjpost.com