JAKARTA - Maraknya aksi korupsi di sektor pendidikan menjadi salah satu penyebab merosotnya peringkat pendidikan di antara 50 negara lainnya versi Aljazeera. Pemeringkatan tersebut dilakukan berdasarkan sejumlah faktor, seperti tingkat literasi, hasil ujian, tingkat kelulusan, dan parameter kunci lainnya.

Salah seorang anggota Indonesia Corruption Watch (ICW) Siti Juliantari membenarkan hal tersebut. Tari, begitu dia biasa disapa, menyebut, berdasarkan data yang dimiliki ICW, pada 2011, tindak korupsi terbesar dunia pendidikan berada pada sektor Dana Alokasi Khusus (DAK).

"Kalau mengacu korupsi pendidikan pada 2011, paling banyak terjadi di DAK. Secara umum, korupsi di pendidikan tidak berubah banyak. Setiap tahunnya kasus-kasus yang terungkap di bidang yang sama, yakni dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), dana sarana dan prasarana pendidikan, maupun pengadaan buku," ungkap Tari kepada Okezone, Kamis (28/2/2013).

Menurut Tari, korupsi di sektor pendidikan terjadi mulai tingkat terbawah hingga jajaran atas, yakni sekolah sampai tataran kementerian. Dia menyatakan, modus korupsi yang dilakukan pun semakin beragam. Mulai dari mark up anggaran hingga proses tender yang tidak sesuai aturan.

"Korupsi terhadi baik tingkat paling bawah, yaitu sekolah sampai kementerian. Belum lagi pungutan-pungutan ilegal di sekolah, padahal kan sudah ada larangannya. Modus korupsinya juga sebagian berupa mark up atau penggelapan, serta proses tender yang tidak sesuai aturan, yakni melakukan penunjukan langsung," paparnya.(mrg)

Sumber :Okezone.com